Google AI Studio 2026 Bisa Buat Aplikasi Android Tanpa Coding, Ini Fiturnya

Fullday Project

Bagikan:
Google AI Studio 2026 untuk membuat aplikasi Android tanpa coding menggunakan kecerdasan buatan.
Google AI Studio memungkinkan pembuatan aplikasi Android native melalui perintah AI, dengan dukungan Kotlin, Jetpack Compose, dan emulator berbasis browser.

Google AI Studio 2026 kini memungkinkan pengguna membuat aplikasi Android tanpa harus menulis kode secara manual. Melalui bantuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), pengguna cukup menjelaskan ide aplikasi menggunakan bahasa sehari-hari, kemudian sistem dapat menghasilkan kode dan tampilan aplikasi secara otomatis.

Google memperkenalkan kemampuan pembuatan aplikasi Android native melalui Google AI Studio pada 19 Mei 2026. Selanjutnya, pada 13 Oktober 2026, Google mengumumkan pembaruan yang memungkinkan pengguna di wilayah peluncuran tertentu menjalankan aplikasi Android pribadi melalui Google Play menggunakan akun Google biasa.

Fitur tersebut menjadi bagian dari perkembangan vibe coding, yaitu pendekatan pengembangan perangkat lunak yang memanfaatkan instruksi bahasa alami untuk membantu menghasilkan kode program.

Meski demikian, fitur menjalankan aplikasi pribadi melalui Google Play masih diluncurkan secara bertahap dan belum dikonfirmasi tersedia untuk seluruh pengguna Indonesia.

Lantas, apa itu Google AI Studio, bagaimana cara membuat aplikasi Android tanpa coding, dan fitur apa saja yang ditawarkan pada 2026? Berikut penjelasan lengkap berdasarkan pengumuman serta dokumentasi resmi Google.

Google AI Studio 2026 Resmi Mendukung Pembuatan Aplikasi Android

Google mengumumkan dukungan pembuatan aplikasi Android native melalui Google AI Studio pada konferensi Google I/O, 19 Mei 2026.

Melalui pembaruan tersebut, pengguna dapat membuat aplikasi Android menggunakan fitur Build tanpa perlu menginstal Android Studio atau menyiapkan Android SDK secara manual.

Pengguna cukup memasukkan deskripsi aplikasi yang ingin dibuat, kemudian Google AI Studio menghasilkan project menggunakan bahasa pemrograman Kotlin dan framework Jetpack Compose.

Tidak hanya membuat kode, sistem juga menyediakan emulator Android berbasis browser sehingga aplikasi dapat langsung diuji.

Pada 13 Oktober 2026, Google kembali memperkenalkan pembaruan melalui pengumuman New on Google Play: More Ways to Create, Discover, and Play.

Pembaruan tersebut memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi Android pribadi yang dibuat dengan Google AI Studio melalui Google Play tanpa memerlukan akun developer profesional, selama fitur tersedia di wilayah pengguna.

Google menyatakan bahwa fitur tersebut mulai diluncurkan di pasar tertentu, termasuk Amerika Serikat, bagi pengguna berusia minimal 18 tahun.

Apa Itu Google AI Studio?

Google AI Studio adalah platform pengembangan berbasis AI dari Google yang memungkinkan pengguna bereksperimen dengan model Gemini dan membuat aplikasi melalui perintah bahasa alami.

Platform ini dapat digunakan untuk membuat prototipe, mengembangkan antarmuka, serta menghasilkan kode program dengan bantuan AI.

Dalam fitur Build, pengguna dapat menjelaskan kebutuhan aplikasi melalui teks tanpa harus menulis setiap baris kode secara manual.

Sebagai contoh, seseorang dapat memberikan perintah untuk membuat aplikasi pencatatan pengeluaran harian.

Google AI Studio kemudian mencoba menghasilkan struktur aplikasi, tampilan pengguna, serta kode yang diperlukan untuk menjalankan fitur tersebut.

Pada 2026, Google AI Studio mendukung pembuatan aplikasi web dan aplikasi Android native.

Namun, kedua jenis aplikasi tersebut mempunyai arsitektur dan dukungan fitur yang berbeda.

Aplikasi web dapat menggunakan runtime full-stack, sedangkan pembuatan aplikasi Android di AI Studio saat ini berfokus pada aplikasi sisi klien atau client-side.

Apa Itu Vibe Coding dalam Pembuatan Aplikasi Android?

Vibe coding merupakan istilah untuk pendekatan pengembangan aplikasi dengan bantuan AI, ketika pengguna menjelaskan fungsi yang diinginkan menggunakan bahasa alami dan AI membantu menghasilkan kode program.

Sebagai contoh, pengguna dapat mengetik:

"Buat aplikasi Android untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran harian. Tambahkan halaman daftar transaksi, kategori keuangan, dan ringkasan saldo. Gunakan desain minimalis dengan warna biru dan putih."

Google AI Studio akan mencoba menerjemahkan instruksi tersebut menjadi sebuah project aplikasi.

Pengguna kemudian dapat memberikan instruksi lanjutan untuk memperbaiki tampilan, menambahkan fitur, atau mengubah alur penggunaan.

Pendekatan ini dapat membantu pemula membuat prototipe tanpa harus memahami seluruh sintaks pemrograman sejak awal.

Namun, tanpa coding bukan berarti tanpa proses pengembangan atau pengujian.

Aplikasi yang dibuat AI tetap perlu diperiksa untuk memastikan fungsi, keamanan, dan pengalaman pengguna berjalan sesuai kebutuhan.

Fitur Google AI Studio 2026 untuk Membuat Aplikasi Android

Google menghadirkan sejumlah kemampuan yang membantu pengguna mengembangkan aplikasi Android melalui AI Studio.

Berikut fitur utama yang telah dijelaskan dalam dokumentasi resmi Google.

1. Membuat Aplikasi Android Menggunakan Prompt

Fitur utama Google AI Studio adalah kemampuan menghasilkan aplikasi melalui perintah teks atau prompt.

Pengguna dapat menjelaskan fungsi, tampilan, dan kebutuhan aplikasi dalam bahasa alami.

Contohnya adalah aplikasi daftar tugas, kalkulator sederhana, pencatatan keuangan pribadi, atau pengelolaan aktivitas harian.

Semakin jelas kebutuhan yang dijelaskan, semakin mudah proses evaluasi hasil aplikasi yang dibuat AI.

2. Menghasilkan Kode Kotlin dan Jetpack Compose

Google AI Studio menggunakan AI untuk membuat project Android native dengan bahasa pemrograman Kotlin dan Jetpack Compose.

Kotlin merupakan bahasa pemrograman yang digunakan dalam pengembangan Android modern, sementara Jetpack Compose adalah toolkit untuk membangun antarmuka pengguna.

Project yang dihasilkan mencakup berbagai komponen, seperti:

  • File konfigurasi Gradle.
  • Kode program Kotlin.
  • Komponen antarmuka Jetpack Compose.
  • AndroidManifest.xml.
  • Sumber daya aplikasi.
  • Struktur data dan ViewModel sesuai kebutuhan.

Walaupun proses awal dilakukan melalui prompt, pengguna tetap dapat membuka dan memeriksa kode yang dihasilkan.

3. Emulator Android Langsung di Browser

Google AI Studio menyediakan emulator Android yang berjalan melalui browser.

Fitur ini memungkinkan pengguna melihat tampilan aplikasi tanpa harus menginstal emulator lokal pada komputer.

Pengguna dapat melakukan interaksi seperti:

  • Mengetuk tombol aplikasi.
  • Mengisi formulir.
  • Menggulir halaman.
  • Berpindah antarfitur.
  • Mengubah orientasi layar.
  • Memeriksa perubahan tampilan setelah proses revisi.

Emulator juga dapat memperbarui aplikasi ketika AI selesai melakukan perubahan kode.

Namun, beberapa kemampuan perangkat keras seperti NFC, Bluetooth, dan kamera tidak tersedia dalam emulator tersebut.

4. Mengubah Aplikasi Melalui Percakapan AI

Setelah aplikasi awal dibuat, pengguna dapat memberikan instruksi lanjutan melalui panel percakapan.

Misalnya:

"Ubah tampilan dashboard menjadi lebih modern, tambahkan filter berdasarkan tanggal, dan buat tombol tambah transaksi di bagian bawah layar."

Sistem kemudian mencoba memperbarui bagian aplikasi yang relevan.

Google menggunakan Antigravity Agent untuk membantu mengelola perubahan kode dan file project.

Kemampuan ini membuat proses pembuatan prototipe menjadi lebih mudah diulang dan disempurnakan.

5. Menginstal Aplikasi pada HP Android

Google AI Studio menyediakan metode instalasi aplikasi ke perangkat Android fisik melalui browser.

Berdasarkan dokumentasi Google, salah satu metode menggunakan WebUSB dan Android Debug Bridge (ADB).

Pengguna memerlukan browser Chrome atau Edge yang mendukung WebUSB, kabel USB, serta pengaturan USB Debugging pada perangkat Android.

Dengan metode tersebut, aplikasi yang dibuat dapat dipasang pada perangkat nyata untuk pengujian.

Selain itu, Google mengumumkan jalur baru untuk menjalankan aplikasi pribadi melalui Google Play pada 13 Oktober 2026.

Namun, jalur melalui Google Play tersebut masih memiliki pembatasan wilayah peluncuran.

6. Menjalankan Aplikasi Pribadi Tanpa Akun Developer Profesional

Pembaruan Oktober 2026 memungkinkan pengguna di negara yang sudah mendapatkan fitur baru untuk menjalankan aplikasi pribadi melalui Google Play menggunakan akun Google biasa.

Aplikasi tersebut tidak otomatis muncul dalam katalog publik Google Play Store.

Google menjelaskan bahwa aplikasi pribadi tetap dipisahkan dari katalog aplikasi umum.

Fitur ini cocok untuk pengguna yang ingin membuat aplikasi bagi kebutuhan pribadi tanpa langsung memublikasikannya untuk masyarakat luas.

Pada tahap awal, fitur diluncurkan di negara tertentu, termasuk Amerika Serikat, untuk pengguna berusia minimal 18 tahun.

7. Pengujian Aplikasi melalui Google Play Console

Bagi developer yang memiliki akun Google Play, Google AI Studio menyediakan integrasi untuk mengirim aplikasi ke jalur pengujian internal.

Developer dapat menghubungkan Google Play Console untuk menyiapkan pengujian aplikasi.

Menurut dokumentasi Google, jalur pengujian internal mendukung hingga 100 penguji.

Namun, publikasi aplikasi secara umum tetap membutuhkan proses melalui Google Play Console dan harus memenuhi persyaratan serta kebijakan Google Play.

Cara Membuat Aplikasi Android Tanpa Coding di Google AI Studio

Bagi pengguna yang ingin mencoba fitur pembuatan aplikasi Android, berikut langkah dasar yang dijelaskan dalam dokumentasi resmi Google.

Langkah 1: Buka Google AI Studio

Kunjungi website resmi:

https://aistudio.google.com/

Masuk menggunakan akun Google apabila diminta.

Pastikan menggunakan layanan resmi dan periksa bahwa fitur Build tersedia untuk akun Anda.

Langkah 2: Pilih Menu Build

Setelah masuk ke Google AI Studio, pilih menu Build pada panel navigasi.

Fitur ini digunakan untuk membuat project aplikasi menggunakan bantuan AI.

Langkah 3: Pilih Platform Android

Pada pemilih platform, gunakan opsi Android untuk membuat aplikasi native.

Perlu diperhatikan bahwa pilihan platform web dan Android menghasilkan struktur aplikasi yang berbeda.

Langkah 4: Masukkan Prompt Aplikasi

Tuliskan deskripsi aplikasi yang ingin dibuat.

Sebagai contoh:

"Buat aplikasi Android pencatat keuangan pribadi menggunakan Kotlin dan Jetpack Compose. Sediakan halaman dashboard, daftar transaksi, tambah pengeluaran, tambah pemasukan, serta ringkasan saldo. Gunakan desain modern dengan warna biru, putih, dan abu-abu. Simpan data secara lokal."

Deskripsi tersebut merupakan contoh prompt untuk aplikasi sederhana, bukan jaminan bahwa semua fitur akan langsung berfungsi sempurna.

Langkah 5: Tunggu Proses Pembuatan Project

Google AI Studio akan memproses instruksi dan menghasilkan file yang diperlukan.

Sistem kemudian menjalankan project pada emulator Android berbasis browser.

Durasi pembuatan dapat dipengaruhi tingkat kerumitan aplikasi dan kondisi layanan.

Langkah 6: Uji Fitur Menggunakan Emulator

Setelah aplikasi tersedia, periksa halaman dan fungsi utamanya.

Cobalah menambahkan transaksi, berpindah halaman, dan menguji penyimpanan data.

Jika menemukan kesalahan, pengguna dapat memberikan instruksi perbaikan melalui chat.

Langkah 7: Lakukan Revisi Tampilan dan Fungsi

Gunakan perintah lanjutan untuk menyempurnakan aplikasi.

Contohnya:

"Perbaiki tampilan daftar transaksi agar responsif, tambahkan validasi jumlah uang, dan tampilkan pesan jika formulir belum lengkap."

Lakukan pengujian ulang setelah perubahan dibuat.

Langkah 8: Instal atau Ekspor Aplikasi

Setelah pengujian selesai, pengguna dapat memilih metode instalasi yang tersedia atau mengunduh project sebagai file ZIP untuk dikembangkan lebih lanjut menggunakan Android Studio.

Untuk fitur aplikasi pribadi melalui Google Play, pengguna perlu memastikan bahwa akun dan wilayahnya sudah termasuk dalam tahap peluncuran.

Apakah Google AI Studio Bisa Digunakan untuk Membuat Aplikasi UMKM?

Google AI Studio dapat menjadi alat bantu untuk membuat prototipe aplikasi sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan bisnis.

Beberapa contoh yang dapat dieksplorasi pelaku UMKM antara lain:

Aplikasi pencatatan keuangan. Membantu mencatat pemasukan, pengeluaran, dan saldo usaha.

Aplikasi inventaris sederhana. Menyimpan daftar produk, jumlah persediaan, dan perubahan stok secara lokal.

Aplikasi daftar pesanan. Membantu membuat catatan pesanan yang belum diproses atau sudah diselesaikan.

Aplikasi kalkulator harga jual. Membantu menghitung estimasi harga jual berdasarkan modal serta margin yang ditentukan.

Aplikasi pengelolaan tugas. Membantu pemilik usaha mengatur jadwal pekerjaan dan aktivitas harian.

Contoh tersebut merupakan skenario penggunaan yang dapat dikembangkan melalui AI Studio, bukan aplikasi siap pakai yang otomatis tersedia bagi semua pengguna.

Untuk kebutuhan bisnis yang lebih kompleks, seperti sistem kasir banyak cabang, transaksi online, sinkronisasi database server, dan integrasi pembayaran, pengguna perlu mengevaluasi arsitektur serta teknologi tambahan.

Apakah Google AI Studio 2026 Sudah Bisa Digunakan di Indonesia?

Perlu dibedakan antara fitur membuat aplikasi Android melalui AI Studio dan fitur menjalankan aplikasi pribadi melalui Google Play tanpa akun developer.

Google telah mendokumentasikan kemampuan membuat aplikasi Android native menggunakan AI Studio, termasuk menyediakan dokumentasi berbahasa Indonesia.

Namun, peluncuran fitur personal apps di Google Play pada 13 Oktober 2026 dimulai di sejumlah pasar tertentu, termasuk Amerika Serikat.

Google belum mengonfirmasi bahwa fitur tersebut tersedia secara merata di Indonesia pada 18 Oktober 2026.

Berikut perbedaannya:

Kemampuan Status Berdasarkan Dokumentasi Google
Membuat aplikasi Android melalui prompt Didukung Google AI Studio
Menghasilkan kode Kotlin dan Jetpack Compose Didukung
Menguji aplikasi pada emulator browser Didukung
Menginstal menggunakan WebUSB/ADB Didukung pada perangkat yang memenuhi persyaratan
Menjalankan aplikasi pribadi lewat Google Play tanpa akun developer Diluncurkan bertahap di pasar tertentu
Ketersediaan personal apps Google Play di Indonesia Belum dikonfirmasi
Mempublikasikan aplikasi ke katalog publik Membutuhkan akun developer dan proses peninjauan

Oleh karena itu, pengguna Indonesia sebaiknya memeriksa langsung fitur yang tersedia pada akun Google AI Studio dan mengikuti pengumuman resmi Google.

Perbedaan Google AI Studio dan Android Studio

Walaupun keduanya berkaitan dengan pengembangan Android, Google AI Studio dan Android Studio mempunyai fungsi yang berbeda.

Aspek Google AI Studio Android Studio
Fungsi utama Pembuatan aplikasi berbantuan AI Lingkungan pengembangan Android lengkap
Pendekatan Instruksi bahasa alami dan kode yang dihasilkan AI Pengembangan serta pengelolaan kode secara langsung
Instalasi awal Dapat digunakan melalui browser Aplikasi IDE yang diinstal di komputer
Pengujian Emulator berbasis browser dan perangkat fisik Emulator lokal dan perangkat fisik
Pengelolaan project Dibantu AI dalam batasan platform Kontrol project lebih luas
Kebutuhan yang cocok Prototipe dan aplikasi sederhana Pengembangan lanjutan, pengujian mendalam, dan rilis produksi

Google AI Studio dapat membantu mempercepat pembuatan aplikasi awal, sedangkan Android Studio memberikan kontrol yang lebih lengkap untuk kebutuhan pengembangan profesional.

Kedua platform dapat digunakan secara saling melengkapi.

Keterbatasan Google AI Studio dalam Membuat Aplikasi Android

Walaupun menawarkan kemudahan, Google AI Studio masih memiliki sejumlah batasan teknis pada project Android.

Berdasarkan dokumentasi resmi Google, pembuatan aplikasi Android saat ini berfokus pada aplikasi sisi klien.

Beberapa batasan utamanya antara lain:

1. Belum Mendukung Runtime Backend Langsung untuk Project Android

Google menyatakan bahwa project Android di AI Studio tidak menyertakan runtime sisi server.

Kemampuan seperti integrasi Firebase, Google Workspace API, pengelolaan secret, dan multiplayer yang memerlukan runtime server tidak didukung langsung dalam mode pembuatan Android.

Kebutuhan tersebut harus dipertimbangkan melalui arsitektur tambahan atau pengembangan di luar batasan mode Android.

2. Terbatas pada Kotlin dan Jetpack Compose

AI Studio menghasilkan aplikasi Android menggunakan Kotlin dan Jetpack Compose.

Project dengan antarmuka berbasis Java atau XML belum termasuk dalam dukungan pembuatan Android yang didokumentasikan.

3. Belum Mendukung Semua Jenis Perangkat Android

Pembuatan aplikasi Android di AI Studio ditujukan untuk perangkat ponsel dan tablet.

Dukungan untuk Wear OS dan Android TV belum tersedia dalam mode ini.

4. Ekspor Project Android Masih Terbatas

Google menyediakan kemampuan mengunduh kode project Android dalam format ZIP.

Namun, dokumentasi Android AI Studio menyebut ekspor GitHub langsung untuk project Android belum tersedia.

5. Kode AI Tetap Memerlukan Pemeriksaan

AI dapat menghasilkan kode dengan cepat, tetapi hasilnya mungkin mengandung kesalahan atau belum sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Karena itu, developer sebaiknya tetap melakukan pengujian fungsi, validasi data, pemeriksaan keamanan, serta evaluasi antarmuka sebelum aplikasi digunakan secara luas.

Apakah Google AI Studio Gratis untuk Membuat Aplikasi Android?

Google AI Studio menyediakan akses untuk bereksperimen dan membuat aplikasi melalui layanannya, tetapi tidak semua kebutuhan penggunaan AI maupun distribusi aplikasi otomatis bebas biaya.

Biaya dapat berbeda berdasarkan model AI, batas penggunaan, layanan tambahan, dan metode publikasi.

Sebagai contoh, pengujian internal melalui Google Play Console memerlukan akun developer Google Play yang memiliki biaya pendaftaran satu kali sebesar US$25 berdasarkan dokumentasi Google.

Sebaliknya, fitur aplikasi pribadi yang diumumkan pada 13 Oktober 2026 dirancang agar pengguna di wilayah yang didukung tidak perlu memiliki akun developer profesional hanya untuk menjalankan aplikasinya sendiri.

Karena itu, pengguna perlu membedakan biaya penggunaan AI, biaya infrastruktur, dan biaya akun developer.

Apakah Aplikasi dari Google AI Studio Bisa Dipublikasikan di Play Store?

Bisa, tetapi terdapat perbedaan antara menjalankan aplikasi pribadi dan memublikasikan aplikasi untuk publik.

Google membedakan dua kebutuhan utama tersebut.

Aplikasi pribadi ditujukan untuk digunakan oleh pembuatnya sendiri. Melalui pembaruan Oktober 2026, Google Play memungkinkan pengguna di wilayah peluncuran tertentu menjalankan aplikasi pribadi dengan akun Google biasa.

Aplikasi publik ditujukan untuk didistribusikan kepada pengguna yang lebih luas. Untuk kebutuhan tersebut, developer tetap perlu memenuhi ketentuan Google Play, termasuk akun developer profesional serta proses pemeriksaan keamanan dan kualitas.

Google juga merencanakan kemampuan berbagi aplikasi pribadi dengan lingkaran terbatas teman dan keluarga dalam beberapa bulan setelah pengumuman Oktober 2026.

Namun, fitur yang masih direncanakan tersebut tidak boleh dianggap sudah tersedia bagi semua pengguna.

FAQ Google AI Studio 2026

Apakah Google AI Studio Bisa Membuat Aplikasi Android Tanpa Coding?

Ya. Google AI Studio memungkinkan pengguna membuat aplikasi Android menggunakan prompt bahasa alami. Sistem menghasilkan kode Kotlin dan Jetpack Compose secara otomatis, walaupun aplikasi tetap perlu diuji dan diperbaiki jika diperlukan.

Apakah Google AI Studio Bisa Membuat APK Android?

Ya. Google AI Studio dapat membangun aplikasi Android dan menyediakan metode instalasi ke perangkat fisik melalui WebUSB/ADB. Pengguna juga dapat mengunduh project untuk pengembangan lebih lanjut.

Apakah Google AI Studio Memerlukan Android Studio?

Tidak untuk proses awal pembuatan dan pratinjau aplikasi pada emulator berbasis browser. Namun, Android Studio dapat digunakan jika pengguna membutuhkan pengembangan serta pengujian lanjutan.

Apakah Fitur Membuat Aplikasi Android Sudah Tersedia di Indonesia?

Google telah menyediakan dukungan pembuatan aplikasi Android melalui AI Studio. Namun, fitur baru menjalankan aplikasi pribadi melalui Google Play tanpa akun developer masih dalam peluncuran terbatas dan belum dikonfirmasi tersedia secara merata di Indonesia.

Apakah Harus Membayar untuk Memublikasikan Aplikasi di Google Play?

Untuk jalur publikasi yang memerlukan akun developer Google Play, terdapat biaya pendaftaran akun satu kali sebesar US$25. Fitur aplikasi pribadi tanpa akun developer merupakan mekanisme berbeda dengan cakupan wilayah terbatas.

Apakah Google AI Studio Cocok untuk Pemula?

Google AI Studio dapat digunakan pemula untuk membuat prototipe dengan bantuan AI. Namun, pemahaman dasar tentang pengujian, alur aplikasi, keamanan data, dan logika pemrograman tetap membantu menghasilkan aplikasi yang lebih baik.

Kesimpulan

Google AI Studio 2026 memungkinkan pengguna membuat aplikasi Android tanpa menulis kode secara manual melalui pendekatan vibe coding berbasis AI.

Sejak Mei 2026, platform tersebut mendukung pembuatan aplikasi Android native menggunakan Kotlin dan Jetpack Compose, lengkap dengan emulator berbasis browser serta kemampuan instalasi pada perangkat fisik.

Pada 13 Oktober 2026, Google memperkenalkan fitur tambahan agar pengguna di wilayah tertentu dapat menjalankan aplikasi Android pribadi melalui Google Play tanpa akun developer profesional.

Meskipun demikian, fitur aplikasi pribadi Google Play masih diluncurkan bertahap dan belum dipastikan tersedia secara merata di Indonesia.

Bagi pelajar, pemula, developer, dan pelaku UMKM, Google AI Studio dapat menjadi alternatif untuk mempercepat pembuatan prototipe aplikasi.

Namun, untuk aplikasi bisnis yang kompleks dan digunakan banyak orang, proses pengujian, keamanan, pengelolaan data, dan pengembangan profesional tetap diperlukan.

Artikel ini disusun berdasarkan pengumuman resmi Google dan dokumentasi Google AI for Developers yang tersedia hingga 18 Oktober 2026.

Sumber Referensi

  1. Google Blog — New on Google Play: More Ways to Create, Discover, and Play (13 Oktober 2026). Pengumuman fitur personal apps, distribusi terbatas, dan penggunaan akun Google biasa.
  2. Google Blog — Bring Any Idea to Life: Google AI Studio at I/O 2026 (19 Mei 2026). Pengumuman awal pembuatan aplikasi Android native melalui AI Studio.
  3. Google AI for Developers — Membangun Aplikasi Android di Google AI Studio. Dokumentasi langkah pembuatan aplikasi Android, emulator, instalasi perangkat, publikasi pengujian, dan batasan teknis.
  4. Google AI for Developers — Membangun Aplikasi di Google AI Studio. Panduan Build Mode, Antigravity Agent, aplikasi web, serta aplikasi Android native.
Bagikan:

0 Komentar

1000 karakter tersisa

Belum ada Komentar

Jadilah yang pertama berkomentar di sini